Story Telling In Ramadhan

DNKindergarten, 09/08

Belajar Mencintai Semut

Suaru hari, ada seorang ibu yang selalu mengeluh tentang semut. Setiap kali ia meletakkan makanan selang beberapa waktu sudah dikerumuni oleh semut. Karna si ibu rajin memyajikan yang lezat, apalagi saat bulan puasa ini. namun ia selalu kesal, yang menyantap makanannya terlebih dulu pasti semut-semut itu. Berbagai upaya dilakukan agar semut itu pergi, tetapi usahanya tak membuat semut pergi.

Terlalu bingung, ia menceritakan keluh kesan kepada kerabatnya yang bijaksana dan arif. Si ibu bertanya : ” Jadi hal terbaik apa yang harus saya lakukan? ” Kerabatnya menjawab : ” Jika kamu tidak menyukai semut dan membuatmu kesal, mengapa kamu tidak belajar untuk menyukainya. Kamu hanya perlu menyukai dan menerima keberadaan semut. Jadikanlah semut bagian dari kehidupan kita. Karena diamana pun kita berada akan selalu menemukan semut. Si ibu bertanya lagi : “Bagaimana mungkin aku menyukai semut padahal dia selalu mennggangguku? “. Kerabatnya menjawab : ” Orang yang membenci sesuatu akan selalu¬† merasa terganggu dengan apa yang dilakukan olehnya. Tetapi orang yang menyukai sesuatu tidak akan pernah merasa tergangggu. Memang perasaan terganggu itu lahir dari tidak adanya rasa cinta “.

Perhatikanlah, seorang ibu yang begitu cinta kepada bayinya, karena selalu dinanti kehadirannya. Dan ibu tidak merasa terganggu, padahal bayi itu selalu menangis di tengah malam ingin pipis atau haus membangunkan ibu yang terlelap tidur. Sedang seorang baby sitter yang tidak menyukai bayi itu dan dengan kejadian yang sama, pasti ia merasa terganggu.

Jadi bukan sesuatu yang membuat kita terganggu melainkan tidak adanya rasa cinta dan cintalah yang mengganggu kita. Ciptakan cinta terhadap sesama makhluk, jika berhasil kita tidak akan merasa terganggu.

Dan untuk para guru dan orang tua yang saat ini selalu merasa terganggu oleh perilaku murid dan anak-anaknya, mulailah menyukai dan mencintai sepenuh hati. Perlahan-lahan kita tidak akan merasa terganggu oleh perilaku  mereka. Setelah itu, bimbinglah  mereka dengan cinta agar mereka menjadi generasi baik yang menyenangkan untuk kita.

(sita, [email protected])

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>