Pendidikan Nilai Moral Dan Agama Anak Usia Dini

Darunnajahkindergarten, 12/10

Pendidikan nilai-nilai moral dan keagamaan pada pendidikan anak usia dini merupakan pondasi yang kokoh dan sangat penting keberadaannya, dan jika hal itu telah tertanam serta terpatri dengan baik dalam setiap insan sejak dini, hal tersebut merupakan awal yang baik bagi pendidikan anak bangsa untuk menjalani pendidikan selanjutnya. Namun dalam realitasnya dewasa ini terdapat sesuatu yang memprihatinkan dalam dunia pendidikan nasional di Indonesia. Salah satu di antaranya adalah masih banyak anak didik dan output pendidikan nasional di Indonesia yang belum mencerminkan kepribadian yang bermoral, seperti sering tawuran antar pelajar bahkan dengan guru, penyalagunaan obat-obat terlarang, pelecehan seksual, pergaulan bebas, dan lain. Jika ditelusuri lebih jauh lagi, sebenarnya keadaan yang demikian itu tidak lepas dari basic pendidikannya pada masa lampau, yang boleh jadi pada masa itu pengokohan mental-spritualnya masih belum tersentuh secara maksimal, selain faktor lingkungan yang mempengaruhi.

Perlunya pengembangan moral dan nilai-nilai agama sejak kecil yang dimulai pada anak usia dini, Misalkan ketika guru/orang tua mentradisikan atau membiasakan anak-anaknya untuk berperilaku sopan seperti mencium tangan orang tua ketika berjabat tangan, mengucapkan salam ketika akan berangkat dan pulang sekolah, mau berbagi maianan , mau bekerjasama, tidak mudah marah, mau memaafkandan contoh-contoh positif lainnya maka dengan sendirinya perilaku seperti itu akan terinternalisasi dalam diri anak sehingga menjadi suatu kebiasaan mereka sehari-hari.

Metode dalam penanaman nilai moral kepada anak usia dini sangatlah bervariasi, diantaranya bercerita, bernyanyi, bermain,  dan karya wisata.

  1. Bercerita, Dalam cerita atau dongeng dapat ditanamkan berbagai macam nilai moral, nilai agama, nilai sosial, nilai budaya, dan sebagainya. Pilih cerita yang mengandung nilai baik dan buruk yang jelas. Alat peraga yang dapat digunakan antara lain, boneka, tanaman, benda-benda tiruan, dan lain-lain.
  2. Bernyanyi
    Pendekatan penerapan metode bernyanyi adalah suatu pendekatan pembelajaran secara nyata yang mampu membuat anak senang dan bergembira. Anak diarahkan pada situasi dan kondisi psikis untuk membangun jiwa yang bahagia, senang menikmati keindahan, mengembangkan rasa melalui ungkapan kata dan nada, serta ritmik yang menjadikan suasana pembelajaran menjadi lebih menyenangkan. Lagu yang baik untuk kalangan anak TK harus memperhatikan kriteria sebagai berikut:

a. Syair/kalimatnya tidak terlalu panjang

b. Mudah dihafal oleh anak

c. Ada misi pendidikan

d. Sesuai dengan karakter dan dunia anak

e. Nada yang diajarkan mudah dikuasai anak

3. Karya wisata
Karya wisata merupakan salah satu metode pengajaran di TK dimana anak mengamati secara langsung dunia sesuai dengan kenyataan yang ada, misalnya hewan, manusia, tumbuhan dan benda lainnya.

Cara mengatasinya, adalah menciptakan lingkungan didalam yang baik artinya mampu membuat lingkungan rumah yang harmonis dan penuh ketata sopanan dan memilih lingkungan di luar yang baik yaitu lingkungan teman, tetangga dan sekolah yang menajarkan anak untuk bisa bekerja sama, saling menghargai, dan mau berbagi.

share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>