Anak Sulit Belajar ???

Darunnajahkindergarten, 20/02

darunnajahkindergarten/fb:tamankanakislamdarunnajah/email:tk_islamdarunnajah@yahoo.co.id/www.darunnajahkindergarten.com/021-71502355

darunnajahkindergarten/fb:tamankanakislamdarunnajah/email:[email protected]/www.darunnajahkindergarten.com/021-71502355

Anak usia TK adalah saat anak mulai bereksplorasi dan bersosialisasi bersama teman-temannya. Maka kehadiran kita terkadang justru dirasa anak mengganggu aktivitasnya. Apalagi saat kita menyuruh anak belajar dan mengerjakan tugas-tugas sekolahnya, pasti berbagai alasan diutarakan. Bagaimana menangani anak yang sulit belajar ??? Hal pertama yang perlu bunda tahu adalah semua anak senang belajar. Demikian yang dipesankan Penasihat Komnas Perlindungan Anak Seto Mulyadi kepada okezone, baru-baru ini. “Semua anak pada dasarnya senang belajar. Kalau tidak percaya, kita lihat buktinya. Sebenarnya dari bayi anak itu sudah suka belajar. Dia belajar duduk, belajar bicara, belajar berjalan, dan lainnya. Jadi orangtua harus tanamkan dulu prinsip itu,” tutur pria yang akrab disapa Kak Seto ini.

Berikut ini beberapa tips buat para bunda yang kesulitan mengajak putra-putrinya untuk belajar :

1. Sediakan waktu rutin minimal 30 menit-1 jam per hari untuk belajar bersama anak. Buat schedule rutin. Untuk bunda yang bekerja seharian, relakan waktu istirahat anda sebentar selama min 30 menit walaupun hanya sekedar sharing cerita, menanyakan kabar disekolah atau memeriksa tugas-tugasnya.

2. Perhatikan kebutuhan primernya terlebih dahulu, apakah si kecil sudah makan, cukup istirahat, lagi senang atau bete’, karena hal tersebut sangat mempengaruhi kualitas pertemuan anda dengan si kecil.

3. Posisikan diri kita sebagai temannya, bukan ‘guru’. Karena disini kita juga akan belajar dan bermain bersama anak. Adakalanya kita juga berpura-pura menjadi murid dan anak yang menjadi gurunya. ini untuk memotivasi dan meningkatkan kepercayaan dirinya

4. Ingatkan anak saat jam belajar tiba dengan cara yang halus, yaitu dengan ajakan, atau mulailah dengan cerita, permainan atau pertanyaan

5. Jika anak menolak, alihkan perhatiannya dengan bercerita, permainan gambar atau menyanyi

6. Jangan paksa anak jika mulai terlihat bosan atau merajuk, alihkan perhatiannya ke pelajaran lain dengan permainan, gambar, atau pertanyaan, atau bahkan kita bisa meminta anak memperagakan hal yang dia kuasai

7. Berikan pujian yang tulus dan sewajarnya setiap kali dia menunjukkan peningkatan atau membuat keberhasilan.

8. Jika anak membuat kesalahan, jangan langsung divonis”anak bodoh”, tapi beri motivasi. Misalnya :” Kakak, mungkin angka 5 nya seharusnya kan menghadap ke kanan”, atau “Lho kok udahan nulisnya?kan hurufnya masih satu baris, temannya mana? kan hurufnya juga pengen punya banyak teman. Ayo kita tulis yang banyak, kalau temannya banyak pasti dia senang.”

Anak-anak juga suka sekali dengan cerita, sesekali bunda bisa mengarang cerita fiktif yang berkenaan dengan apa yang ingin kita ajarkan hari ini

9. Gunakan metode 3M (jangan Marah, jangan Menyuruh, jangan Melarang)

  • Jika marah istighfar, tarik nafas dalam- dalam lalu tersenyumlah
  • Jika ingin menyuruh, ubah kalimat perintah menjadi kalimat aktif/ ajakan
  • Jika ingin melarang, ubah kalimat negatif dengan kalimat aktif atau alihkan perhatian. Misalnya : “Wah adik, kalau bukunya dicoret-coret nanti gambarnya jadi tidak indah lagi”

 

share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>