|
Sabar dan Rabi'ah al-Adawiyah |
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Saturday, 07 June 2008 |
|
"Orang yang tidak sabar dalam menhadapi cobaan Allah belum bisa dikatakan benar dalam pengakuannya sebagai muslim" kata Hasan Al-Basri.
" ini adalah tipu daya" kata Rabi'ah
"Orang yang belum bersyukur atas cobaan Allah belum bisa dikatakan benar dalam pengakuannya" kata saudara kandung Al-Bakhil
"ada lagi yang lebih baik dari itu" kata Rabi'ah
"Orang yang belum merasa sedap menerima cobaan Allah belum bisa dikatakan benar dalam pengakuannya" sambung Malik bin Dinar itu "ada lagi yang lebih baik dari itu" jawab Rabi'ah sambil berteriak
kemudian ketiga ulama besar itu berkata kepada Rabi'ah, "kalau begitu katakanlah kepada kami bagaimana yang engkau maksudkan. Rabi'ah kemudian menjelaskan, "orang yang masih ingat dan merasakan cobaan yang sedang menimpa dirinya belum dikatakan orang yang terbaik. yang terbaik ialah orang yang lupa segala-galanya ketika menerima musibah, dan hanya Allah yang diingatnya, sebagaimana wanita-wanita Mesir lupa bahwa tangannya telah terluka ketika menyaksikan ketampanan wajah Nabi Yusuf a.s.
(Rabi'ah al-Adawiyah dan mabuk cintanya kepada Sang Khalik. hal. 127)
|
|
Pemutakhiran Terakhir ( Thursday, 14 August 2008 )
|